5 Pahala Utama Orang Puasa di bulan Ramadhan

By | 11 Juli 2017

Kita juga menyaksikan bagaimana hari kesebelas dan seterusnya, jalur doa tarawih di masjid mulai menyusut ke depan. Yang dilihat istiqomah hanya mereka yang selalu berjaya mesjid pada hari-hari diluar bulan Ramadhan.
Untuk menjaga kualitas dan kelangsungan amal kita di bulan Ramadhan ini, marilah kita ingat kembali janji yang dijanjikan Allah kepada kita, terutama dalam kaitannya dengan puasa yang kita jalani.
Dengan mencari tahu apa yang akan diberikan Allah SWT kepada kita, maka insya Allah kita akan merasa ringan, karena kita akan lebih bersemangat melakukan perbuatan baik lainnya di bulan Ramadhan. Mari kita lihat lagi bagaimana fasilitas yang diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala kepada mereka yang berpuasa dengan baik di bulan Ramadhan ini.
Pertama: Ampunan dengan Allah SWT
Rasulullah SAW mengatakan dalam hadis bahwa kita sering mendengarnya disampaikan oleh muballigh pada hari-hari ini. Hadis pendek tapi memiliki nilai motivasi yang kuat bagi kita: “Siapapun yang puasa Ramadhan dengan iman dan penuh pengharapan, akan dimaafkan dosa masa lalunya” (HR Bukhori Muslim).

bulan Ramadhan
Siapa yang tidak bersukacita dalam pengampunan setiap dosa? Karena sesungguhnya kita semua tidak berjalan di muka bumi ini kecuali dengan menanggung dosa yang terus bertambah setiap hari, tanpa kita sadari.
Seperti seorang tahanan, maka puasa akan membuat kita mendapatkan pengampunan pembebasan dari neraka.
Tentu saja, dengan dua syarat tersebut sudah disebutkan dengan sangat jelas dalam hadits, yaitu: dengan penuh iman dan harapan.

Puasa dengan segala ketulusan dan kepercayaan diri, dan berharap mendapat pahala yang besar di hadapan Allah SWT, karena itulah dia selalu menjaga kualitas puasanya dari hari ke hari (baca: rahmat Allah di bulan Ramadhan). Jauhkan dari noda dengan noda yang akan mengurangi nilai penghargaan.
Kedua: Bau mulutnya harum
Fasilitas kedua yang diberikan oleh Allah SWT kepada orang yang berpuasa adalah, bau mulut kita menjadi sangat harum di akhirat. Rasulullah SAW bersabda: “Memang benar bau mulut puasa yang lebih wangi Allah Subhanahu wa ta’ala daripada bau minyak musk” (HR Bukhori)
Mungkin sebagian dari kita bertanya-tanya mengapa hal semacam ini menjadi spesial di mata Allah SWT. Mengapa masalah bau mulut sampai terangkat dalam janji Allah SWT kepada hamba-Nya yang berpuasa?
Mari kita lihat janji ini sebagai sinyal bahwa apapun yang berhubungan dengan orang yang berpuasa akan dihargai oleh Allah SWT, bahkan jika dikaitkan dengan bau mulut.
Logika sederhana, jika bau mulut begitu diperhatikan dan dihargai, lalu bagaimana dengan hal lain tentang orang berpuasa? Keringatnya dalam panas, perjuangannya untuk kelaparan, pasti ini semua akan berakhir baik untuk kebaikan di akhirat.

Ketiga: Bersyukurlah dengan cepatnya
Hal keempat yang akan didapat oleh orang yang berpuasa di kehidupan selanjutnya adalah syafaat atau pembelaan atas perbuatannya yang cepat. Seperti yang telah disebutkan dengan jelas Rasulullah SAW dalam haditsnya, “Puasa dan Alquran akan memberi syafaat kepada seorang pelayan pada hari kiamat. Puasa berkata, ‘Ya Tuhanku, saya telah mencegahnya untuk makan dan bernafsu pada siang hari, maka biarkan aku Beri syafaat padanya. ‘ Alquran mengatakan, ‘Saya telah mencegahnya untuk tidur di malam hari, maka biarlah saya memberikan shahfa’ kepada dia ‘(HR Ahmad)
Subhanallah .. puasa dan pembacaan Alquran akan berubah menjadi pembela kita di akhirat. Perangi kita dengan memberikan syafaat sehingga kita terhindar dari fitnah dan penghukuman akhirat. Karena mungkin ada perbuatan baik dari jasa yang belum sepenuhnya terpenuhi, atau dosa yang belum tuntas, maka syafaat selalu kita nantinantikan, dan salah satunya bisa datang dari amal puasa kita.