Bagaimanapun, aku cinta kamu

By | 22 September 2017

Sebelum pergi, dia telah berbicara dengan istrinya tentang apa yang akan dia lakukan. Sepanjang hari dia merasa gugup dan ragu, apakah dia akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dari pekerjaan yang saat ini dia kerjakan sebagai tukang becak. Hingga akhirnya, di sore hari, ia berhasil menerima pekerjaan di sebuah pabrik elektronika dengan gaji yang cukup.

Suami yang gembira ini pulang ke rumah dan menemukan meja makan yang enak dan lilin menyala. Dia mencium makanan pesta itu, dan menduga ada seseorang di pabrik elektronik yang menelepon ke rumah dan memberi tahu istrinya. Dia mencari istrinya dan menemukannya di dapur, dengan penuh semangat menceritakan rincian kabar baiknya. Mereka memeluk dan melompat gembira.

Di samping piringnya, dia menemukan sebuah catatan yang bertuliskan “Selamat, saya tahu Anda akan berhasil hari ini! Makan malam untuk menunjukkan betapa saya mencintaimu.”

Kemudian dalam perjalanan ke dapur untuk membantu istrinya menyiapkan makanan penutup, dia melihat kartu lain jatuh dari kantong istrinya, dia memungutnya dan membacanya “Jangan khawatir karena tidak mendapatkan pekerjaan baru yang lebih baik, namun Anda benar-benar pantas mendapatkannya. Makan malam untuk menunjukkan betapa aku mencintaimu. “

Refleksi Kebijaksanaan:

Bagi seorang suami, hal yang paling penting baginya saat tinggal dalam sebuah keluarga adalah kasih sayang, dan kasih sayang yang didapatnya dari istrinya. Karena setiap hal yang dia lakukan, pekerjaan yang dia lakukan, hanyalah sebuah pengorbanan untuk keluarganya, istri dan anak-anaknya.

Jika Anda adalah pria yang tidak memiliki istri, bukankah Anda membutakan mata hanya untuk melihat wanita dari sisi kecantikannya saja. Ada banyak wanita cantik di bumi ini. Tidak akan puas pria jika mencari wanita berdasarkan kecantikannya saja. Manusia akan menjadi tua, dan keindahan wajah akan segera lenyap.