Inilah Tanda-tanda Lemahnya Iman Setelah Bulan Ramadan

By | 11 Juli 2017

Kita sebagai umat Islam, pasti sedih saat berpisah dari bulan Ramadhan. Sebab di bulan ini Allah SWT telah membuka pintu pengampunan yang luas bagi umat Islam dan memperbanyak pahala dengan latihan.

Meski sedih, kita harus rela melepaskan wafatnya Ramadhan. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana ibadah shaleh dan shaleh kita masih berjalan bahkan setelah Ramadhan.

Inilah Tanda-tanda Lemahnya Iman Setelah Bulan Ramadan

Cara Memperkuat Iman Setelah Ramadhan
Pasca Ramadhan, banyak yang mengabaikan pembangunan ibadah yang telah dilakukan selama bulan Ramadhan. Kita dilatih untuk selalu beribadah, dan disiplin untuk menjalankannya. Begitu juga dengan hubungan sosial dengan sesama manusia harus ditularkan di luar bulan Ramadhan.

Ternyata ada berbagai langkah yang bisa kita jalankah iman kita tetap kuat meski Ramadhan usai. Bagaimana?
Roh untuk menyembah dan berbuat baik

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah tetap bergairah dalam ibadah dan juga melakukan perbuatan baik. Seorang Muslim menyadari bahwa menyembah Allah SWT adalah kewajiban yang harus dilakukan setiap hari dan tidak hanya di bulan Ramadhan.

Selalu Jaga Diri Sendiri dari Maksiat

Mungkin banyak dari kita mampu menahan nafsu selama berpuasa. Tapi tidak semua orang bisa melawannya saat Ramadhan berakhir. Sebenarnya banyak kaum muslimin yang memanfaatkan momen akhir bulan Ramadhan untuk melampiaskan keinginan untuk melakukan ketidaktaatan.

Suka Membantu Bruder Yang Mencintai Saudara Seiman

Di bulan Ramadhan mungkin kuantitas dalam membantu orang lain meningkat. Karena kita menyadari bahwa pemberian Tuhan bertambah banyak untuk semua perbuatan yang dilakukan. Agar iman tetap terjaga juga semakin kuat, maka hal yang perlu dilakukan adalah meneruskan kebiasaan membantu ini.

Menjaga Doa Sunnah

Saat bulan Ramadan tiba kita mungkin termasuk dalam orang-orang yang selalu berkeinginan menjalankan ibadah sunnah. Untuk memperkuat iman kita, maka lanjutkan praktik mulia ini.

Suka Membaca Al-Quran

Bila bulan puasa memang banyak kita lihat orang yang antusias membaca Al Qur’an. Tapi bagaimana dengan kapan Ramadhan berakhir?

Seharusnya, meski Ramadhan usai, kita harus selalu membiasakan diri untuk selalu membaca Alquran. Karena ada begitu banyak manfaat yang akan kita dapatkan saat senantiasa berinteraksi dengan Al Qur’an ini. Jadi, istiqimahlah untuk selalu membaca Alquran setiap hari.

Menghindari Kegagalan Ramadhan
Di bulan Ramadan, gerbang neraka akan ditutup dan pintu surga terbuka lebar. Tapi banyak orang gagal mendapatkan kemuliaan mereka. Berikut adalah beberapa hal yang menyebabkan kegagalan Ramadhan:

1. Kurang persiapan di bulan Syaban.

Misalnya, kita tidak memiliki keinginan untuk berlatih terbangun dengan sholat tahajjud. Juga tidak ada syair sunnah Shayban, seperti yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam disunnahkan salam. Dalam hadis Bukhari dan Muslim, dari Aisha Radhiallaahu anha berkata, “Saya belum pernah melihat Rasulullah SAW selama satu bulan selain di bulan Ramadhan, dan saya belum pernah melihat dia berpuasa kecuali di bulan Shaban.”

2. Mudah mengulur shalat fardhu.

“Kemudian datanglah setelah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memanjakan hawa nafsu mereka, maka mereka akan memenuhi penyimpangan kecuali orang-orang yang bertobat dan melakukan perbuatan baik” (Maryam: 59).

Kesimpulannya jika kita menemukan 6 hal ini ba’da Ramadhan:

Sekali lagi jatuh pada tidak bermoral
Melakukan dosa baru
Meremehkan sholat lima waktu dan malas dalam ibadah
Sedikit dzikir dan berdoa kepada Tuhan
Tidak terpengaruh oleh ayat-ayat Al Qur’an
Tidak mengingat kematian dan tidak terpengaruh oleh kematian

Jadi ini menunjukkan bahwa Ramadan kita gagal karena iman kita melemah setelah Ramadhan. Semoga kita tidak disertakan di dalamnya.