Khotbah tentang Fungsi dan Peran Utama Kehidupan Manusia di Dunia

By | 11 Juli 2017

Alhamdulilllah, pujilah kita sembahyang Allah SWT yang sampai hari ini, Tuhan tetap memberi kita kesempatan untuk meningkatkan pengabdian kita kepadaNya, dengan harapan semoga ada kekurangan dalam proses pengabdian sudah dimaafkan oleh Allah. Semoga juga momentum hari jumat semakin memberi kita kesadaran untuk meningkatkan kualitas iman dan kesalehan kita kepada-Nya. Amin.

Tentunya kehidupan ini memang Tuhan diciptakan untuk menguji siapa di antara hamba-hamba-Nya yang paling dan amal terbaik. Amal adalah esensi eksistensi manusia di dunia ini, tanpa amal manusia akan kehilangan fungsi dan peran utamanya dalam menegakkan khilafah dan imarah. Allah berfirman menegaskan tujuan eksistensi manusia,

الذي خلق الموت والحياة ليبلوكم أيكم أحسن عملا وهو العزيز الغفور
Arti: Siapa yang membuat kematian dan hidup, agar Dia dapat menguji Anda, mana dari Anda yang lebih baik? Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun “(Al-Mulk: 2)

Namun, pada tahap implementasi, tidak cukup hanya untuk melakukan amal, karena Tuhan akan memilih setiap amal dari niat dan ketulusannya. Tanpa ikhlas, amal seseorang akan menjadi sia-sia dan tidak berguna dan tidak terlihat oleh Tuhan Yang Maha Esa. Imam Al-Ghazali berkata, “Setiap manusia binasa kecuali orang yang berpengetahuan luas. Orang yang berpengetahuan akan binasa kecuali orang yang bekerja (dengan pengetahuannya). Orang yang melakukan perbuatan itu juga binasa kecuali orang yang tulus ( Dalam amal nya) .Tetapi orang yang tulus juga tetap harus waspada dan berhati-hati dalam amal “.

Dalam hal ini, hanya mereka yang dengan tulus melakukan perbuatan baik yang akan menerima kebajikan dan berkat yang luar biasa, seperti yang dijamin oleh Tuhan dalam firmanNya, “Tetapi hamba-hamba Allah disucikan (dengan ikhlas). Mereka mendapatkan beberapa ketentuan, yaitu buah-buahan. Mereka adalah orang-orang yang dimuliakan, di surga yang menyenangkan. “(Ash-Shaaffat: 40-43)
Bahan Khutbah New Friday untuk Kehidupan Manusia
Pesan Jum’at lalu

Hadirin sekalian Ibu Jum’at dimuliakan oleh Tuhan
Ayat-ayat tentang kebajikan dan jaminan orang-orang yang bekerja dengan mereka harus menjadi motif utama kita dalam menjalankan tugas dan tugas sehari-hari kita dalam dimensi dan bentuk apa pun, baik dalam konteks “hablum minaLlah atau minanas Hablum” .. karena hanya mukhlis Nanti siapa yang akan mencapai kekayaan besar pada hari kiamat, surga Tuhan dipenuhi dengan kesenangan, meski dia harus sabar terlebih dahulu di dunia ini. Ayat ini juga merupakan salah satu jaminan yang diberikan Tuhan untuk mukhlis tersebut.

Jaminan lain yang diberikan Tuhan bagi mereka yang dengan tulus bersumpah dapat ditemukan dalam kisah perjalanan Yusuf saat dia menghadapi seorang wanita yang mengundangnya untuk melakukan amoralitas. Bahwa Allah akan selalu menjaga mukhlis hamba-Nya dari tindakan jahat dan tidak bermoral, “Sesungguhnya wanita itu bermaksud (melakukan perbuatan) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (juga) dengan wanita tersebut jika dia tidak melihat tanda tuhannya. , Agar Kami dapat memalingkan mukanya dari kejahatan dan kejahatan. Sesungguhnya Yusuf adalah salah satu dari Kami yang Paling Percaya “. (Yusuf: 24).

Dalam ayat lain, mukil yang juga dijamin bisa menghindari godaan dan godaan yang menggoda. Setan sendiri mengakui ketidakberdayaan dan kelemahan mereka di hadapan orang-orang yang melakukan perbuatan baik, “Setan berkata:” Ya Tuhanku, karena Engkau telah memutuskan bahwa Aku sesat, sesungguhnya Aku akan membuat mereka terlihat baik (perbuatan penyembahan) di bumi, Dan aku pasti akan menyesatkan mereka, kecuali hamba-hamba-Mu yang menjadi martir di antara mereka. “(Al-Hijr: 39-40) Dengan perintah yang sama, ayat ini diulang dalam Surah Shaad,” Setan menjawab: “Dengan kekuatanmu aku akan menipu mereka semua, kecuali tuan budakmu di antara mereka.” (Shad : 82-83). Sesungguhnya benteng ketulusan adalah benteng paling kokoh yang tak tergoyahkan dengan segala bentuk rayuan dan fitnah iblis dan sekutu-sekutunya.