Khutbah tentang Iman Akhlaq Amal dan Ibadah

By | 11 Juli 2017

Marilah kita mengabdikan diri kepada Tuhan, dengan mendedikasikan dan meningkatkan ketaatan kita kepada-Nya. Kita semua tentu menyadari bahwa usia kita di siang hari bahkan tidak meningkat, namun malah semakin berkurang, kurang dan terus menurun sampai datangnya kematian. Ini berarti bahwa kesempatan kita untuk memperbanyak perbuatan ibadah semakin memburuk, sementara tindakan berdosa terus bertambah tanpa penyesalan.

Dalam syi’ir disebutkan:

أنت فى غفلة وقلبك ساهي
ذهب العمروالذنوب كما هى
Ini berarti: “Tuanku hidup di dalam hatiku dan hatimu lupa, hidupmu hilang, dan dosa-dosamu tetap seperti itu.”

Kita harus pandai memanfaatkan kesempatan sebelum kesempatan itu dibawa pergi maut. Mengisi kesempatan untuk melakukan perbuatan baik, jangan menjadi salah satu peluang yang terbuang, atau lenyap dengan sia-sia. Tidak suka menunda sesuatu yang berarti membuang-buang waktu.

Ingat firman Tuhan:

ولكل أمة أجل فإذا جاء أجلهم لا يستأخرون ساعة ولا يستقدمون

Artinya: Setiap orang memiliki batas waktu; Kemudian ketika saatnya tiba mereka tidak bisa menarik barangnya sejenak dan tidak bisa (juga) mempromosikannya. Al-a’raf: 34.

Selamat muslim
Mati adalah kondisi pasti yang akan dialami setiap orang. Siapa pun tidak akan bisa menghindari kematian, bahkan jika dia telah berusaha menghindarinya. Tapi anehnya manusia yang mengabaikannya mati, seolah-olah kematian tidak akan terjadi. Mereka tenggelam dalam kemewahan alam semesta, terlepas dari kehidupan di dalam kekal abadi, sehingga mereka melakukan hal mereka sendiri dengan mengikuti kehendak anafanya. Mereka tidak lagi mengisi peluang mereka dengan perbuatan baik, namun sebaliknya peluangnya diwarnai dengan berbagai ketidaktaatan.

Mereka seharusnya menyadari bahwa kematian pasti sudah terjadi, dan kedatangannya tidak ada yang mengerti bisa jadi kematian seseorang yang masih mudah muda, seringkali malah terjadi seseorang yang ada di siang hari masih terlihat sehat tapi di pagi hari ia mati mendadak. Pernyataan kematian pastilah datang, dan kedatangannya tak terduga. Karena itu marilah kita mengisi kesempatan kita dengan amal saleh untuk mencari ridha Allah SWT.
Rasulullah saw. Telah dikatakan:

أغتتنم خمسا قبل خمس: حياتك قبل موتك وصحتك قبل سقمك, وفراغك قبل شغلك وشبابك قبل هرمك, وغناك قبل فكرك. رواه الحاكم والبيهقى عن أبن عباس
Arti: Jaga lima hal sebelum lima keadaan, simpan hidup Anda sebelum kematian Anda. Jaga kesehatan Anda sebelum penyakit Anda datang. Manfaatkan waktu luang Anda sebaik mungkin sebelum waktu sibuk Anda. Jaga masa muda Anda sebelum waktumu tiba. Jaga kekayaan Anda sebelum masa kecil Anda tiba.

Dalam hadits ini Nabi secara tegas menasihati kita untuk benar-benar memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin dengan mengalikan perbuatan baik. Karena jika kesempatan yang kita abaikan akan hilang.

Pertama: Saat Anda masih hidup gunakan untuk menyembah ibadah jangan engakau tertunda-tertunda jadi datanglah saat kematian Anda. Karena kematian menyebabkan putusnya amal.

Kedua: Bila tubuh masih sehat menggunakan dubur anal saleh, tidakkah anda menunda menunggu datangnya sakit, yang menyebabkan orang sulit beribada.

Ketiga: Waktu luang Anda, masa hidup Anda di dunia, adalah kesempatan untuk mengumpulkan persediaan yang bisa Anda nikmati pada buahnya sehari setelahnya. Kesempatannya tidak dalam tunda-tundase untuk datang kiamat yang pada hari itu semua orang sibuk memikirkan diri mereka untuk menghadapi hisab (badan amal penelitian).