Masih Ingin Ada di Medos dengan Upload Foto Sendiri? Muslimah Ingin Membaca Refleksi Ini!

By | 11 Juli 2017

Kita juga tidak bisa menutup mata jika masih banyak wanita muslim yang sepertinya hanyut di dunia maya dan ingin eksis dengan selalu mengupdate aktivitas dan foto dirinya yang paling menarik. Bagaimana Islam melihat fenomena wanita Muslim saat ini yang gemar mengupload foto dirinya di media sosial?

Rasulullah SAW berkata, “Seorang wanita mengenakan keharuman dan kemudian melalui sekelompok pria sehingga mereka mencium aroma wangi yang dia gunakan, wanita itu adalah seorang pelacur.” (Diriwayatkan oleh An Nasa’i, Abud Daud, Tirmidzi dan Ahmad).
Masih Ingin Ada di Medos dengan Upload Foto Selfie Muslimah Wajib Membaca Refleksi Ini
Ada di Medsos dengan Upload Foto Sendiri

Dalam Islam, seorang wanita memiliki posisi yang sangat terhormat. Salah satunya dengan perintah menutup aurat bagi wanita muslim menghindari pandangan negatif yang mengundang nafsu. Namun kenyataan bahwa saat ini ada banyak wanita Muslim yang sebenarnya ada di media sosial dan aktif dalam mengunggah foto selfienya yang paling menarik. Jika bisa, apa tujuan mengunggah foto selfie untuk wanita Muslim di media sosial. Apakah untuk menarik perhatian lawan jenis, apakah untuk mendapatkan pujian dan ‘suka’ sebanyak-banyaknya, apakah untuk kepuasan diri karena rasanya memiliki wajah cantik cantik?
Ketika seorang wanita Muslim mengupload foto egoisnya yang paling menarik di media sosial, pertimbangkan dampak yang ditimbulkannya? Pernahkah Anda berpikir bahwa ada banyak mata asing yang melihat wajah cantik Anda sampai bisa mengundang nafsu dan bahkan berdosa. Dan pernahkah Anda berpikir bahwa foto diri Anda bisa disalahgunakan sehingga menyebabkan fitnah?

Kemajuan teknologi saat ini sangat memungkinkan seseorang yang tidak bertanggung jawab untuk mengedit foto Anda menjadi foto vulgar dan bahkan telanjang. Meski hanya sebuah edisi tentu saja seorang Muslim yang menjunjung tinggi martabat akan sangat terganggu jika pengeditan foto yang tidak tepat dengan wajahnya banyak beredar di masyarakat.

Dalam kitab suci Al Qur’an ini bahkan menegaskan bahwa seorang pria harus menundukkan pandangannya terhadap wanita. Allah SWT berfirman: “Katakanlah kepada orang-orang yang beriman, ‘biarkan mereka memegang mata mereka dan jagalah ayam mereka. Itu lebih suci bagi mereka. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka lakukan.” (QS an-Nur [24]: 30).

Juga disebutkan dalam kata-kata Nabi SAW: “Mata adalah perzinahan, hati juga perzinahan. Mata Zina adalah untuk melihat (yang terlarang), perzinahan hati adalah membayangkan (pemicu nafsu yang terlarang). Sedangkan alat kelamin Membenarkan atau menolak semua itu. “(HR Ahmad).

Bagi wanita Muslim yang sudah menikah, mengunggah foto diri di media sosial juga bisa berdampak buruk pada kehidupan rumah tangganya. Dimana akan ada banyak orang non mahram yang melihat keindahan wajah mereka secara bebas sampai bisa menimbulkan nafsu nafsu yang menyesatkan. Bukankah kecantikan seorang istri hanya milik suaminya? Tak jarang selfie upload foto mendapat komentar beragam, mulai dari pujian hingga mungkin kata-kata menggoda yang tak pantas diberikan kepada wanita muslim yang sudah menikah. Berbagai komentar yang datang tentunya juga akan menimbulkan rasa cemburu pada sang suami sehingga bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan bahkan bertengkar dalam rumah tangga.

Kebiasaan yang ada di media sosial dengan mengunggah foto selfie juga bisa berisiko mengundang tindak kriminal. Beberapa kasus menyebutkan bagaimana seorang gadis bisa menjadi korban penculikan, pemerkosaan, penipuan dan bahkan pembunuhan hanya karena persahabatan dengan media sosial. Sebagai seorang wanita Muslim, memang tepat bagi kita untuk selalu menjaga diri dan kehormatan kita sebagai mahluk yang ditinggikan Tuhan.

Selalu berhati-hati dalam berakting dan berperilaku sangat membutuhkan wanita Muslim untuk tidak terjebak dalam situasi buruk dan ditarik ke dalam dosa. Semoga kita selalu bisa introspeksi diri kita untuk mendapatkan keselamatan, restu, kemuliaan, dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Selalu ingat bahwa semua akan dimintai pertanggungjawaban. Wallahu a’lam Bish-Shawab.