Nilai Pendidikan Sosial yang Dikandung dalam Layanan Zakat

By | 11 Juli 2017

Dalam ibadah zakat
Banyak nilai pendidikan sosial, namun dalam ulasan berikut, kita akan membatasi dengan menghadirkan beberapa
Diantara yang lain
Penting dan bisa
Jelaskan berbagai nilai yang ada dalam ibadah zakat. itu adalah
diantara yang lain:
Nilai Pendidikan Sosial yang Dikandung dalam Layanan Zakat

A. Nilai taqwa
Dalam zakat Islam
Merupakan fondasi terpenting dalam merealisasikan tatanan masyarakat
Dan perilaku di masyarakat, zakat bisa dianggap sebagai manifestasi
Kehidupan seseorang yang digambarkan oleh gerakan hidupnya
harian.
Zakat adalah barometer
Seseorang itu sendiri taqwa kepada Allah
Atau pemberontakan
Allah. Seseorang bisa dikatakan
Sebagai taqwa, jika dia sudah mengerti dan menyadari
Bahwa kewajiban melakukan ibadah zakat adalah kebutuhan yang tidak perlu
terpaksa.
Jalankan perintahnya
Zakat adalah bagian terpenting dari berbagai ibadah yang diresepkan oleh
agama. Pemujaan ini memiliki lebih banyak keistimewaan, yaitu ibadah yang bisa
Berfungsi sebagai investasi di dunia dan bisa berfungsi sebagai investasi besok
Di hari terakhir. Bisa dilihat bahwa jika seseorang enggan melaksanakannya
Zakat maka orang itu menjadi
Bahan gosip dan
Diskusi orang lain,
Dan menjadi olok-olokan orang lain, bisa dikatakan orang itu
Apakah kikir, pegangan dan sebagainya. Berbeda bila orang yang sedang
Telah menyadari bahwa zakat adalah perintah Allah SWT untuk digenapi
Bagi mereka yang dianggap telah memenuhi persyaratan, orang tersebut akan dipanggil
Sebagai orang yang murah hati, murah hati, penuh kasih sayang dan banyak orang
Nikmatilah (baca: Komando Zakat).
Dari dimensi ubudiyah
Bisa dipahami bahwa zakat tidak hanya berurusan dengan akuntabilitas
Di dunia, tapi juga ada pertanggungjawaban di akhirat, tidak
Melaksanakan zakat saat kaya dan termasuk mereka yang berkewajiban untuk mengeluarkannya
Zakat kemudian orang
Itu akan terjadi
Balas di akhirat,
Nanti di akhirat semua miliknya
Ke dalam kompor dan arang yang akan membakar dirinya sendiri dan menyiksa dirinya sendiri
sendiri.
Lihat dari fungsi
Zakat sebagai barometer taqwa maka orang harus benar-benar mengerti
Penting perintahnya. Zakat seharusnya tidak dipahami hanya sebagai
Sebuah ibadah suci hanya tapi lebih banyak dilihat dari fungsi dan
Manfaatnya bagi masyarakat. Seseorang yang sudah memenuhi syarat untuk
Menerbitkan zakat maka akan memikirkan bagaimana nasib mereka yang
Apakah dirampas dan mengharapkan bantuan dari orang-orang yang berlebihan dari harta karun itu.
Begitulah hartanya
Dimiliki oleh seseorang
Apakah hanya setoran dari Tuhan,
Mereka diberi tahu
Menghabiskannya di jalan yang Dia setujui, dan jika tidak
Habiskan harta di jalan yang benar yang akan Tuhan buat
Miliknya menjadi alat untuk menyiksanya.
Saat ditinjau ulang secara reguler
Kedalaman bahwa semua harta yang dimiliki adalah bayangan karena
Orang yang dianggap memang memiliki tapi sebenarnya
tidak punya. Semua harta karun
Yang dianggap hanya dia semata
Domba, semua
Ada yang benar
Tuhan harus dieksekusi sesuai kehendakNya.
Maka bisa dipikirkan apa itu sebenarnya
Nilai taqwa dalam ibadah zakat, seseorang bisa dikatakan taat jika
Dia sudah merasa bahwa dia tidak memiliki hak hablum
Minallah dan hablum
Minan nas yaitu
Hak untuk Tuhan dengan
Jalankan pengabdiannya dan
Hak untuk manusia
Dengan dirinya sendiri telah memenuhi kewajiban membayar zakat. Itu
Sebenarnya taqwa yang diinginkan oleh Allah adalah keseimbangan antara hak di dunia dan hak di Indonesia
Kehidupan akhirat adalah sama (baca: Persyaratan Zakat).

B. Nilai ukhuwah
Atau persaudaraan
Apa adanya
Diajarkan oleh para pendidik bahwa nilai yang paling ditakuti adalah
Nilai ukhuwah atau persaudaraan, karena nilai ini dianggap sebagai
Juru selamat agama bangsa dan negara, mengapa? Dengan nilai ukhuwah yang nyata
Rasa persatuan dengan perwujudan persatuan akan memperkuat dan menguatkan agama bangsa dan negara. Begitu
Juga nilai ukhuwah yang terkandung dalam ibadah zakat, dengan melaksanakannya
Zakat maka seseorang akan memelihara rasa persaudaraan sehingga bisa melahirkan
Kesediaan untuk membantu dengan mengorbankan semua yang dimilikinya. Selain itu
Dengan zakat akan berkultivasi untuk merasakannya
Penderitaan saudara-saudaramu
Muslim yang merasa dirampas
Dengan memberikan bantuan modal secara simultan agar bisa bangkit
Keterhimpitannya. Itulah tujuan pelaksanaan zakat yang paling esensi.
Dengan cara itu

Persaudaraan inilah yang mengarah pada kesadaran untuk menyisihkan sebagian orang
Beberapa properti diberikan kepada orang yang membutuhkannya. Jadi seseorang yang punya
Keluarkan zakat, maka secara sadar dan tidak sadar orang-orang ini
Kepribadiannya menjadi orang yang berkontribusi dalam menciptakan dan
Melestarikan nilai-ukhuwah atau persaudaraan Sperti seperti zakat fitrah yang dilakukan setiap bulan Ramadhan, terbuka untuk kesesama yang tidak memiliki penghasilan yang sama.
C. Nilai solidaritas
Sosial

Nilai solidaritas
Sosial adalah nilai yang mengandung berbagai aspek norma, baik itu norma
Norma masyarakat dan agama, dari norma masyarakat, manusia itu tidak dapat dipisahkan dari masyarakat karena
Manusia bersifat sosial maskulin satu sama lain saling membutuhkan dan saling menghayati
Berdampingan, norma yang ada di masyarakat ditulis dan ada juga yang
Tidak tertulis Hal ini bisa dilihat dengan kebiasaan seseorang yang suka
Menerbitkan zakat maka orang tersebut tergolong orang yang merupakan norma agama
Dan masyarakat, orang lain pasti akan memberikan predikat orang yang dermawan
Dan bijaksana. Jadi orang sadar dan ihklas melakukan zakat
Ini termasuk yang sudah terkandung dalam agama dan masyarakat.
Zakat adalah ibadah
Di bidang harta karun yang mengandung kebijaksanaan dan manfaat sangat besar dan
Dewa baik Anda berhubungan dengan orang yang memberi zakat dan juga dengan
Penerima zakat Properti yang dibelanjakan untuk zakat adalah harta karun sejati
Properti bersih yang telah dicuci dari hak orang-orang yang berhak
Menerimanya Dengan sikap sadar menerbitkan zakat maka memang ada
Menunjukkan rasa takdir yang tidak menguntungkan
Orang yang kurang mampu, maka di masyarakat akan diciptakan dan diwujudkan rasa persatuan
Dan kesatuan yang solid Dalam pernyataan di atas
Menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan.
Kebersamaan antara beberapa individu
Di satu area
Membentuk masyarakat yaitu
Meski berbeda sifatnya dengan
Individu, tapi dia tidak bisa masuk dari situ.
Karena itu
Dalam komposisi manusia yang lahir di dunia memiliki sifat solidaritas manusia
Tidak bisa mendapatkan cukup kebutuhannya sendiri
Tapi mereka butuh orang lain untuk memenuhi kebutuhan mereka. Dengan kondisi
Zakat adalah hal yang sangat relevan sebagai model kehidupan
Komunitas, yaitu di
Hidup di dunia
Tidak bisa sama
Ada yang miskin dan beberapa kaya,
Jadi bagaimana saya bisa membantu simiskin dengan kekayaannya, dan simiskin
Bisa membantu dengan energi, maka ada keseimbangan antara simiskin dan
Sikaya, jadi isinya tahu hak dan kewajibannya, itu akan tercipta
Rasa solidaritas sosial yang tinggi dalam kehidupan sosial. Rasa solidaritas
Sosial juga merupakan manifestasi dari kepercayaan kita kepada Allah SWT.
Nilai solidaritasnya tidak
Ini hanya mencakup aspek koeksistensi hanya dalam konteks
Hidup memiliki makna yang lebih bermanfaat bagi masyarakat. Nilai
Solidaritas yang terkandung dalam ibadah zakat memberikan panduan
Dalam kehidupan masyarakat
Diperlukan saling sadar
Masing-masing hak dan kewajibannya. Begitu
apa yang dilakukan
Berbuah dan bermanfaat bagi masyarakat.